13 Juni, 2012

Jenis Tanaman Pagar Hidup


  1. Tanaman Sayuaran
a.    Katuk (Sauropus androgines)
Tanaman katuk bernilai gizi tinggi dan merupakan semak kecil yang tingginya mencapai 2 samai 3 meter. Bagian yang dimakan adalah daun dan buahnya. Daun dapat disayur dan dilalab mentah sedangkan buahnya harus direbus terlebih dahulu atau dijadikan sayur.
Tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran pegunungan. Katuk memerlukan banyak air dan tumbuh baik di daerah terbuka, dan pada tempat yang tidak langsung menrima sinar matahari. Tanaman ini dikembangbiakan dengan stek.
Pangkaslah tanaman sampai dengan batas 60 cm diatas permukaan tanah bila tumbuh cukup tinggi. Pemangkasan dimaksudkan agar tumbuh tunas-tunas baru sehingga daun muda yang akan dipetik bertambah banyak. Pemetikan pertama dapat dilakukan setelah tanaman 3 atau 4 bulan.

b.    Beluntas (Pluchea indica)
Beluntas merupakan tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan cabang banyak. Oleh karena itu baik ditanman sebagai pagar hidup. Bila dibiarkan tumbuh dengan bebas dapat mencapai tinggi kurang lebih sampai 2 meter. Agas mempunyai bentuk yang indah, tanaman ini harus sering dipangkas.
Tahan terhadap kekeringan, dapat tumbuh dengan baik di daerah-daerah terbuka yang langsung menerima sinar matahari, tetapi dapat juga tumbuh di tempat yang teduh atau terlindung. Tanaman ini diperbanyak dengan stek.
Daunnya selain dimakan sebagai sayur mentah atau lalab dapat juga dijadikan obat luka setelah ditumbuk dan dicampur dengan kapur sirih.

c.    Daun mangkokan (Nothopanax Sculettarius)
Tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Dapat mencapai tinggi lebih dari 3 meter. Daun berbentuk seperti mangkuk. Bagian yang dimanfaatkan daun mudanya untuk sayur dan lalab. Tumbuh baik di dataran rendah atau tinggi. Sama halnya dengan tanaman katuk. Mangkokan diperbanyak dengan stek.
d.    Cabe besar (Capsicum annum)
Untuk bertanam cabe, tidak diperlukan lahan yang khusus, jadi dapat juga ditanam sebagai tanaman pagar, tempatkanlah pada bagian-bagian dekat sudut di batas-batas pekarangan. Tumbuh baik di tanah yang gembur dan tidak basah, tidak tahan kena hujan terutama pada saat sedang berbunga dan berbuah. Oleh karena itu sebagai pelindungannya dapat ditanam pohon pisang atau lainnya yang cukup rimbun.
Cabe diperbanyak dengan biji yang disemaikan terlebih dahulu. Setelah tanaman muda tumbuh dan tingginya kira-kira mencapai 15 cm baru dipindahkan. Menyemaikan cukup di pot atau kaleng-kaleng bekas susu. Harus diingat menyiram cabe jangan terlalu banyak karena menyebabkan penyakit layu yang dapat mematikan tanaman.
Selama enam bulan tiap lima hari sekali kita dapat memetik hasilnya. Cabe sebagai sayuran merupakan penambah napsu makan dan mengandung vitamin C yang sangat dibutuhkan tubuh.
e.    Blustru (Luffa Cylindrica)
Buah blustru yang masih muda dapat dimanfaatkan untuk membuat sayuran. Tanaman ini bersifat merambat, oleh karena itu rambatkanlah pada tanaman lain yang dibuat sebagai pagar, misalnya ubi kayu.
Tempat yang baik untuk tumbuh ialah di tanah kering pada ketinggian 1 – 500 meter diatas permukaan laut dan tidak memerlukan banyak air. Buah berbentuk bulat telur, memanjang dengan ukuran 10 – 15 cm, bergaris tengah 5 – 10 cm. Di Jepang buah yang sudah tua dimanfaatkan untuk menghasilkan spon luffa, sedangkan di Indonesia buah tua dipakai pula sebagai penggosok untuk mandi.
f.     Kemangi (Ocimum basillicum)
Kemangi dapat juga ditanam sebagai tanaman pagar yang ditanam disela-sela tanaman utama yang memang dikhususkan sebagai pagar.
Berbentuk tegak, teratur dan tingginya dapat mencapai 30 – 60 cm. Tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian sapai dengan 600 meter di atas permukaan laut.
Daun kemangi bisa digunakan sebagai pewangi atau penyedap makanan (misalnya dalam membuat gulai/kari atau pepes ikan) atau lalab. Jenis kemangi hutan yang disebut (Ocimum sanetum) dipakai sebagai obat pilek atau demam dan bijinya digunakan untuk obat penyakit gonorhoea.
g.    Kacang-kacangan
Tanaman jenis kacang-kacangan hampir seluruhnya dapat dirambatkan sebagai pagar hidup. Tempat merambatnya dapat terdiri dari lanjaran bambu, pagar ubi kayu, perdu, ppohon atau pagar mati. Beberapa jenis kacang-kacangan yang merambat, antara lain kacang buncis, kratok, kara pedang, kacang babi, kecipir dan kacang panjang.
1)   Kacang buncis (Phaseolus vulgaris)
Buncis tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian + 1.000 meter di atas permukaan laut. Waktu yang tepat untuk penanaman pada akhir musim penghujan. Polong muda dapat dipanen pada waktu menjelang musim kemarau. Untuk menghasilkan benih yang baik diperlukan pertumbuhan polong pada musim kering. Tanaman ini menghendaki tanah liat dan sarang sebagai tempat tumbuhnya.
Cara menanam buncis sebagai pagar hidup adalah sebagai berikut :
-      Membuat lubang tanaman + 20 cm di samping tempat rambatan atau lanjaran (pagar mati/pagar hidup)
-      Lubang tanaman diberi pupuk kandang atau kompos kurang lebih satu genggam, kemudian lubang ditutup kembali.
-      Tunggalkan benih ke dalam lubang tanaman sebanyak 2 – 3 biji benih.
-      Setelah tanaman tumbuh mencapai 5 – 10 cm sebaiknya dijalarkan kepada lanjaran tempat rambatan tadi.
Bagian yang dapat dimakan baik disayur maupun sebagai lalab ialah buah yang masih muda, apabila buah belum berserat.
2)   Kacang iris/gude (Cajanus cajan)
Kacang iris merupakan tanaman semak yang dapat mencapai tinggi + 3 meter. Merupakan tanaman semusim, tanaman inni tidak dapat di pangkas.
Dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun tinggi serta tanah kering. Diperbanyak dengan biji. Waktu tanam yang baik ialah pada permulaan musim penghujan. Cara menanamnya langsung ditugal dan tiap lubang diisi 2 – 3 biji benih.
Buah kacang ini dapat dimakan sebagai lalab atau dibuat rujak. Bijinya banyak mengandung protein terutama biji tua.
3)   Kara kratok (Phaseolus lunatus)
Kratok termasuk tanaman berumur panjang, yaitu lebih dari satu tahun dan tumbuh merambat. Dapat ditanam didataran rendah dan tinggi. Penanamannya tidak menghendaki persyaratan yang khusus. Tanaman ini diperbanyak dengan biji. Waktu menanam sebaiknya dilakukan pada akhir musim penghujan, sebab kara kratok hanya berbuah pada musim kemarau. Setelah tanah diolah sedikit, buatlah lubang tanaman dengan tugal kemudian masukkan 2 – 3 biji benih. Dalam waktu 5 sampai 7 hari, biji akan tumbuh. Bila tanaman sudah mencapai 15 cm, rambatkanlah pada pagar yang telah disiapkan.
Bagian yang dimakan ialah buah muda yang biasanya diperoleh setelah umur 3 bulan. Walaupun tanaman kratok ini bernilai gizi tinggi, kita harus hati-hati karena biji kratok ini mengandung racun asam sianida. Untuk menghilangkan racunnya, biji harus direndam dengan air yang sering dibuang. Ada 2 jenis golongan kara kratok yang dikenal, yaitu :
-      Yang berbiji gepeng, seperti kara pahit, kara epek.
-      Yang berbiji bulat, seperti kara krupuk, kara jembluk, kara minti, kara atum dll.
Jenis kara kratok yang berbiji bulat lebih empuk bila dimakan muda dari pada jenis yang berbiji gepeng. Diantara jenis kara kratok yang paling rendah kandungan asam sianidanya adalah “Kara krupuk dan Kara atum”.
4)   Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus)
Kecipir merupakan tanaman merambat yang dapat ditanam dimana saja baik di dataran rendah maupun di pegunungan. Diperbanyak dengan biji. Biasanya ditanam pad akhir musim penghujan. Emat bulan setelah tanam, sudah dapat dipanen buah mudanya.
Banyak manfaat yang diperoleh dari tanaman kecipir ini. Daun dan buah muda dapat dimakan sebagai sayur atau lalab. Bijinya yang sudah tua dapat dimakan dengan merebusnya terlebih dahulu. Umbinya dapat dimakan mentah seperti bengkuang atau direbus seperti ubi jalar. Akar tanaman yang dapat bekerja sama dengan bakteri-bakteri pengikat zat lemas dari udara sangat baik untuk menyuburkan tanah.
  
  1. Jenis Tanaman Buah-Buahan
Diantara tanaman pagar hidup dapat ditanam tanaman buah-buahan yang berguna :
-      Untuk memperkuat pagar hidup
-      Sebagai tempat merambat
-      Sebagai tanaman sisipan yang menghasilkan buah
Tidak semua tanaman buah dapat ditanam pada alur pagar hidup. Sebaiknya dipilih tanaman yang tidak mudah patah dan tidak terlalu rimbun. Tanaman buah-buahan ditanam agak berjauhan disisi dan sejajar dengan pagar hidup, atau pada sudut-sudut batas pekarangan.
Beberapa jenis tanaman buah-buahan yang dapat ditanam diantara pagar hidup :
a.    Pepaya (Carica papaya)
b.    Pisang (Musa paradisiaca)
Ada 2 jenis golongan pisang, yaitu :
1)   Jenis golongan pisang rebus, seperti : pisang tanduk, kepok, nangka
2)   Jenis golongan pisang meja yang biasa dimakan segar, seperti : pisang ambon, raja, serai, emas.
c.    Belimbing manis (Averrhoa carambola)
d.    Salak (Salacca edulis)
e.    Nanas (Ananas comosus)
f.     Anggur (Vitis vinifera)

  1. Jenis Tanaman Umbi-umbian
Beberapa tanaman umbi-umbian yang dapat dijadikan sebagai tanaman pagar antara lain  :
a.    Ubi kayu (Manihot utilissima)
b.    Ganyong (Canna edulis)
c.    Irut (Maranta arundinacea)

  1. Jenis Tanaman Obat-obatan
Tanpa makan kita lapar, sehingga dapat mengundang penyakit. Makananpun kalau tidak bergizi akan menurunkan daya tumbuh terhadap serangan penyakit akibatnya kesehatan menurun. Karena itu apalah salahnya bila pekarangan yang kita miliki dilengkapi pula beberapa tanaman obat-obatan.
Ada beberapa tanaman obat-obatan yang dapat dijadikan sebagai pagar hidup, baik untuk pemisah halaman maupun pemisah kelompok tanaman.
a.    Kumis kucing (Orthosiphon grandiflorus)
b.    Kapolaga (Amomum cardamonum)
c.    Selasih (Ocimum basillicum)
d.    Lempuyang (Zingiber aromaticum)
e.    Temu lawak (Curcuma xanthorpizha rox)

  1. Jenis Tanaman Hias
Ada beberapa tanaman hias yang mempunyai nilai tinggi. Disamping bunganya yang indah dan sedap dipandang, batangnyapun yang dapat digunakan untuk pembuatan beberapa alat rumah tangga. Ada juga yang dapat digunakan sebagai obat tradisional.
a.    Bunga matahari (Helianthus annuns)
b.    Puring (Codialum variegatum)
c.    Melati (Jasminum sambac)
d.    Kaca piring (Gardenia augusta)
e.    Bambu pagar/bambu gendani (Bambusa glausescens)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar